Apa sih yang dimaksud ngomong nature pas kita lagi siaran?
[Hasby, Trijaya FM Yogyakarta]
Dear Hasby, pasti maksudnya bicara "Natural" ya? Jangan ikut2an PD-mu salah ngomong deh.
Untuk membantu Anda memahami jawabannya, Dokter Penyiar harus uraikan perbedaan antara
bicara yang Natural dan yang Wajar. Untuk sesaat, lupakan apa yang dimaksud oleh Program Director
atau boss2 Anda, karena mungkin mereka pun tertukar antara konsep Natural dan Wajar.
Bicara yang Natural adalah gaya bicara Anda yang dipakai sehari-hari alias asli, misalnya kalau Anda
lagi bicara dengan tetangga atau penjaga toko; biasanya netral tanpa bermanis-manis dan tidak
dibumbui emosi. “Natural” merujuk pada standard bicara Anda sendiri. Saat Anda terbangun tidur
jam 4 pagi, meskipun bicaranya jelek namun nyatanya sangat Natural dan tidak dibuat-buat.
Para penyiar radio yang siaran jam 21.00-24.00 sering mendapati suaranya tidak optimal karena dia
sudah berbicara lebih dari 12 jam sebelumnya. Seringkali malah dianggap lazim kalau penyiar malam
berbicara dengan suara yang lebih lelah daripada di jam lain, karena ini memberi kesan bahwa dia
bicaranya tidak dibuat-buat. Kalau Anda sedang menjelang tidur jam 23.30, apakah Anda ingin
mendengar penyiar radio yang bicaranya dibuat-buat? Ini membawa kita ke point berikutnya…
Bicara yang Wajar adalah gaya bicara yang lazim didengar orang sehari-hari, misalnya di Indonesia
lazimnya kita berbicara lebih sopan kalau terhadap orang yang sangat tua, atau lebih lembut kalau
berbicara di dekat bayi yang tertidur. “Wajar” merujuk pada standard yang dianggap lazim oleh
masyarakat pada umumnya. Saat Anda teriak-teriak berbicara di handphone di pinggir jalan ramai,
masyarakat menganggapnya Wajar dan tidak berlebihan.
Dokter Penyiar melihat masih ada satu-dua di antara Anda yang bingung…
Begini deh, bayangkanlah seorang preman/jagoan yang biasa berteriak-teriak di terminal bis,
suatu hari terpaksa berbicara lembut waktu menjenguk ibunya di rumah sakit. Saat itu sang preman
sedang bicara dengan gaya yang “tidak Natural” (untuk ukuran dia) namun “sangat Wajar”
(di mata para pengunjung lainnya di RS).
Nah, sekarang bayangkan seorang gadis yang tau-tau menjadi pembawa acara di TV hanya karena
produsernya menganggap dia cantik meskipun tanpa latar-belakang bicara a la Broadcaster. Pada
episodenya yang pertama ia berbicara datar dan tanpa ekspresi, dan itu bisa disebut “sangat Natural”
(untuk ukuran dia bicara) namun “sangat tidak Wajar” (bagi pemirsa yang terbiasa menyaksikan
acara TV sejenis).
Bandingkan lagi dengan bintang sinetron Refa yang dipaksa untuk terus menjadi “program bumper”
di antara program di SCTV: gaya bicaranya terdengar “tidak Natural” (karena sehari-harinya dia tidak
berbicara seperti itu) dan “tidak Wajar” (untuk seseorang yang konon ingin mengajak pemirsanya)
karena ia memakai “pola kalimat berulang” seperti pembaca berita Helmy Yohanes dan Jeremy Teti
yang membuat setiap kalimat berita terdengar sedih atau genting (padahal
sehari-harinya mereka
bicara normal saja, entah kenapa harus sedih kalau on-air). Jika Anda menangkap kesan
"tidak tulus", itu akibat pola kalimatnya yang terlalu terstruktur (alias dibuat-buat), meskipun wajahnya
Refa cukup tulus mengajak para penonton. Dokter Penyiar sendiri lebih suka pasang mute pada saat
dia muncul, karena dia enak dilihat (sesuai tujuan SCTV) tapi tidak enak didengar pemirsa
(tidak sesuai tujuan SCTV).
Kenapa seorang “presenter kondang” berbicara dengan gaya yang tidak enak didengar pemirsa,
dan jelas-jelas itu bukan gaya dia bicara pula? Khan dia tidak berlatar-belakang penyiar radio,
jadi untuk membangkitkan gaya bicara a la Broadcaster maka pengajarnya (dulu di TV tsb)
telah meminta dia untuk menggunakan sebuah pola intonasi bicara (yang sebenarnya tidak lazim)
agar ia terdengar seperti siaran, dan diulang-ulang terus (apa pun isi naskahnya). Untuk melihat
contoh bicara yang Natural atau Wajar, serta contoh perbedaan "bicara biasa" dan "bicara siaran",
Anda bisa mendapatkan sekaligus melatihnya di workshop@penyiar.com atau clinic@penyiar.com.
Dengan belajar dari contoh keanehan tersebut di mana sang penyiar “meninggalkan gaya Natural-nya”
dan para pemirsa “tidak nyaman” mendengarnya, maka Dokter Penyiar berharap Anda secara pribadi
bisa mengerti dan menghargai pentingnya seorang Broadcaster & Entertainer harus bicara dengan
gaya yang Natural dan Wajar. Apapun teori boss-boss Anda tentang "nature".
[Kirim pertanyaan Anda via e-mail ke dokter@penyiar.com. Jangan lupa tulis nama Anda!]
Pertanyaan lainnya di Dokter@Penyiar.com
Back to Penyiar.com