Banyak yang bilang, belajar siaran itu harus dengan “mentor” yang baik. Bagaimana saya
menemukannya dan bagaimana sebaiknya saya dibimbing?
[ Aldi, Jakarta ]
Ini sebenarnya tergantung posisi Anda sekarang, yaitu “calon” Penyiar atau sudah jadi Penyiar.
Yang sudah jadi Penyiar biasanya terbelenggu oleh training di lembaga siarannya, atau dia disuruh
“meniru” seorang penyiar seniornya. Yang terkhir itu Dokter Penyiar kurang terlalu setuju karena
belum tentu karakter Penyiar tsb sama dengan yang seniornya itu. Dokter Penyiar menganjurkan
menjadikan Penyiar lain sebagai Panutan (“yang menjadi contoh”), namun bukan sebagai Patokan
(“yang harus ditiru”). Jika seorang Penyiar pemula dipaksa meniru seorang Patokan maka ia mungkin
akan frustrasi, kecuali kalau dia meniru atas kemauan sendiri seperti Ivy Batuta yang akhirnya mirip
Becky Tumewu, atau pengisi suara Joy yang mirip Epry.
Selain menggunakan orang lain sebagai panutan bisa juga Anda langsung menyerap ilmu dari
seorang Broadcaster, baik melalui les secara pribadi atau belajar di sebuah kursus. Di manapun
Anda belajarnya, pastikan bahwa pengajar tsb memang berpengalaman siaran (di TV atau Radio)
dan berpengalaman mengajar siaran. Lebih baik lagi kalau pengajar Anda tsb berpengalaman di
berbagai cabang Broadcasting dan masih aktif dipakai untuk mengajar para Penyiar.
Ada aneka macam pengajar siaran yang perlu Anda ketahui. Contohnya “A” yang baru 3 bulan
siaran radio ternyata diterima mengajar di John Robert Powers dan kemudian ia pakai CV mengajar
di JRP tsb untuk mengajar di aneka tempat lainnya. Ada “B” yang bersama teman-temannya
membuat sekolah dengan pengajar yang dulunya Station Manager, bukan Penyiar. Ada “C” yang
baru setahun sebagai Newsreader tapi merasa cukup kondang untuk membuat sekolah siaran.
Ada “D” yang membuat pelatihan 6 bulan yang 80% terdiri dari simulasi siaran radio. Dan ada “E”
yang membuat pelatihan 2-hari dengan alasan bahwa materinya sudah tercakup semua.
Terlepas dari kerennya seorang Pengajar siaran, Anda harus kritis dalam menilai pengalaman dia
sebagai Broadcaster atau Entertainer. Berapa tahun pengalamannya siaran? Berapa tahun
pengalamannya mengajar siaran? Idealnya, carilah pengajar yang masih siaran atau setidaknya
masih terpakai kemampuannya oleh dunia Broadcasting. Atau masih terpakai untuk mengajar penyiar
di perusahaan siaran terkemuka di Indonesia. Atau carilah yang punya pengalaman luas, jadi
tidak hanya sebatas pembaca berita TV saja atau MC saja. Kalau misalnya pengalaman dia
hanya sebagai MC maka Anda patut curiga jika ia mengajarkan cara siaran di TV.
Bimbingan seorang Pengajar kepada Anda seharusnya mencakup: 1) pembekalan materi,
2) evaluasi kemajuan Anda, dan 3) pemberian contoh/panutan. Boleh juga Anda coba untuk
tanya langsung kepada Broadcaster atau Entertainer apakah mereka bersedia mengajar Anda,
atau setidaknya merekomendasi nama Pengajar yang bisa memberi 3 hal tsb. Dari dua puluh
Broadcaster yang Anda tanya pasti ada satu/dua nama yang paling sering muncul, dan itulah yang
pasti berkualitas karena selalu menjadi rujukan. Seorang murid kursus siaran di Sarinah Thamrin
pernah sebelum masuk ruang kelas mendengar instrukturnya, Sarah Sechan, bilang “Iya nih, aku
belum pernah diajar Mas Eko Junor”. Murid itupun mencari Eko, mengikuti penggemblengannya,
dan merasa bertambah ilmu walaupun Pengajarnya hanya 1 orang.
Dokter Penyiar mencatat bahwa bimbingan para Pengajar biasanya tidak berlanjut ke tahap follow-up,
misalnya memantau perkembangan muridnya pada bulan-bulan atau episode-episode selanjutnya.
Lembaga siaran yang Dokter Penyiar tahu memakai Pengajar untuk melakukan training terhadap
penyiarnya yang sudah siaran adalah Hard Rock FM Jakarta (untuk Indy Barends) dan Music City 105
Jakarta. Tempat kursus pada umumnya menganut kebijakan “Kiss and Say Goodbye.” Namun Anda
jangan berkecil hati, karena toh Anda sudah dibekali dengan baik.
Lagipula kuncinya terletak pada ketelitian Anda memilih Pengajar berkualitas, di awal atau sambil
Anda berkarir menjadi Broadcaster. Ata (Indonesian Idol) yang sudah berpengalaman siaran radio
tidak ragu-ragu waktu Meuthia Kasim menyuruh dia masuk lagi “dapur training” di tahun 2000
sebelum siaran di radio MTV, dan lihatlah karir Ata menanjak di tahun 2004. Di Bandung ada
sekelompok penyiar dari berbagai Radio yang mengumpulkan uang untuk mendatangkan Pengajar
yang mereka anggap bagus, padahal ada di antara mereka yang sudah siaran lebih dari 3 tahun.
Belajar adalah proses yang berjalan terus, jadi belajarlah kapanpun Anda sempat. Begitu Anda mulai
berhenti “belajar”, maka kualitas Anda tidak akan meningkat lagi. Oh iya, satu lagi pesan
Dokter Penyiar tentang mencari pengajar yang baik: hindarilah kursus Broadcasting secara privat
(walau Anda kaya-raya), karena Anda takkan bisa membandingkan diri (dan mengukur kemajuan diri)
terhadap calon Broadcasters lainnya.
[Kirim pertanyaan Anda via e-mail ke dokter@penyiar.com. Jangan lupa tulis nama Anda!]
Pertanyaan lainnya di Dokter@Penyiar.com
Back to Penyiar.com