Apa yang dimaksud dengan "Legato"? Apa kriteria juri dalam menilai lomba bernyanyi?
[Budi]
Legato berasal dari bahasa Italia yang maksudnya “terikat bersama”, dan dipakai dalam bernyanyi
untuk menggambarkan pergeseran nadanya harus bersambung dan terdengar mengalir. Kebalikannya
adalah Staccato di mana perpindahan ke nada berikutnya harus terpisah, seperti main piano
hanya dengan satu jari sambil menekan pedal yang kiri. Di antara mulusnya Legato dan
loncatnya Staccato ada yang “medium” dan disebut Marcato; lumayan tegas dan
nada-nadanya tidak bertransisi secara sambung-menyambung.
Dokter Penyiar bisa kasih contoh begini: Bernyanyilah secara Legato untuk “Indonesia Tanah Air beta,
pusaka abadi nan jaya…”. Gunakanlah Marcato untuk “Ibu kita Kartini, putri sejati…”. Dan Staccato
lebih cocok untuk “Garuda Pancasila, akulah pendukungmu…”. Kalau Anda seorang penyiar Indonesia
dan tidak tahu lagu2 tsb, cari tahu dulu deh lagunya bagaimana.
Buat yang masih belum terbayang, cobalah gunakan piano sebagai alat bantu pemahaman Anda.
Sambil menginjak pedal kiri (bukan yang di tengah lho), mainkan lagu “Happy Birthday To You”
dengan satu jari. Yang Anda dapatkan adalah contoh transisi nada2 secara Staccato.
Untuk mendapatkan Legato, mainkan lagu yang sama dengan satu jari juga, tapi dengan
menginjak pedal kanan. Pada intinya, perpindahan nada secara Legato berarti
tidak ada spasi di antara nada yang dimainkan.
Karena ini adalah website Penyiar.com (dan bukan Penyanyi.com) maka sekarang Dokter Penyiar
akan masuk ke pemakaiannya untuk seorang Penyiar. Seringkali seorang Penyiar baru akan diingatkan,
“ngomongnya lebih ‘ngalir dong!”. Ringkasnya, yang mereka belum faham adalah bahwa
bicara mengalir itu ada tiga pelengkapnya :
1) bicara lancar berdasarkan banyaknya “talking points” di kepalanya,
2) pemanfaatan perangkat ekspresi lainnya seperti suara dan bahasa tubuh yang
membantu menunjang kesan “tidak terhenti” bicaranya, dan
3) nafas yang lancar dan “tak terdengar/mengganggu” selama ia berbicara.
Materi lebih jelasnya dapat Anda peroleh di Workshop@Penyiar.com.
Harap diingat bahwa bicara mengalir itu harus juga dianut oleh para Penyiar TV. Kalau Penyiar Radio
bisa terisi “jeda-antar-kata”nya oleh lagu yang sedang dipasangnya, maka Penyiar TV harus
mengandalkan perangkat ekspresi dia sendiri serta “santapan visual” yang akan dinikmati
audience-nya. Karena itulah menjadi TV-Newspresenter dan TV-Host (Program) mempunyai
tantangannya sendiri2. Pembaca berita tidak didukung oleh baju dan latar belakang yang menarik
namun durasi bicaranya kurang dari 30 detik, sedangkan pembawa acara sebuah program
kadangkala harus berceloteh 5 menit non-stop namun ia didukung oleh studio dan baju yang bagus.
Yang jelas, satu hal yang harus bisa diandalkan di mana pun Anda siaran atau tampil sebagai MC
adalah perangkat ekspresi Anda sendiri. Bicara yang mengalir adalah ciri khas Broadcaster/Entertainer
istimewa. Lihat saja Ulfa atau Dave Hendrik atau almarhum Indra Safera, yang bisa bicara tanpa henti,
apapun programnya dan di manapun dia jadi MC. Supaya Anda terbiasa bicara tanpa jeda/bengong,
dan berbobot tanpa “ngecap”, satu-satunya cara ya latihan bicara. Jangan sia-siakan setiap kesempatan
Anda untuk latihan bicara, di depan umum, di depan kelas, atau bahkan bertanya kepada dosen
di ruang kuliah. Dengan terbiasanya Anda mengekspresikan diri di depan umum maka pas Anda
tampil sebagai Penyiar (yang setiap kesempatan bicara sendiri tak pernah lebih dari 5 menit)
akan terasa mudah dan mengalir.
Kalau kriteria juri lomba bernyanyi, wah, silahkan tanya ke www.penyanyi.com saja.
[Kirim pertanyaan Anda via e-mail ke dokter@penyiar.com. Jangan lupa tulis nama Anda!]
Pertanyaan lainnya di Dokter@Penyiar.com
Back to Penyiar.com