Bagaimana caranya menghilangkan kesan "becek" saat bicara siaran?
[Teddy, Bandar Lampung]

Seperti halnya “grogi”, maka para public speaker dan penyiar tidak bisa
menghilangkan “air liur”. Yang bisa Anda lakukan adalah mengendalikannya.

Saat Anda "bicara untuk didengar", maka pikiran kita ingin tampil sebaik-baiknya
dan badan kitapun memproduksi zat adrenalin untuk membuat anggota tubuh kita
lebih "mawas diri". Akibatnya antara lain adalah kita lebih deg-degan, yang oleh
orang awam disebut grogi.

Anggota tubuh lainnya yang juga sibuk adalah mulut. Bahkan saat Anda ngerumpi
dengan teman2, mulut sudah sibuk. Apalagi jika Anda berbicara di depan umum
atau untuk sebuah Audience. Jika kita ingat bahwa fungsi air liur itu untuk
membasahi bagian dalam mulut untuk mendukung fungsi pencernaan, maka
kita bisa maklum bahwa berbicara (dengan lidah & rahang bergerak-gerak)
juga mempunyai efek menstimulir air liur untuk diproduksi.

Dokter Penyiar memaklumi jika ada beberapa orang yang memproduksi air liur
secara berlebihan, dan mungkin Teddy adalah salah satunya. Namun harus dilihat
juga apakah kondisi "becek" tersebut hanya terjadi saat siaran (sambil grogi)
atau memang sehari-harinya demikian.

Jika "becek" tersebut hanya terjadi saat siaran, bisa diartikan bahwa Penyiar tersebut
berbicara di luar kebiasaannya (misalnya terlalu cepat atau tidak memberi cukup jeda
di sela-sela kalimat) yang selanjutnya menghilangkan mekanisme otomatis di mulut kita
untuk menyerap air liur yang berlebihan yang terproduksi pada saat kita sedang
semangat (atau grogi) berbicara.

Para Penyiar awam biasanya tidak menyadari bahwa semakin terburu-buru dia berbicara
(agar cepat selesai) maka semakin Audience tidak bisa memahami (apalagi menikmati)
apa yang dia katakan. Di pelatihan Clinic@Penyiar.com, para penyiar yang menjadi
pesertanya cukup ditelanjangi, untuk melihat sendiri bahwa kejelasan berbicara itu
jauh lebih penting daripada kecepatan berbicara.

Khusus buat Teddy, Dokter Penyiar ingin mengusulkan agar latihlah untuk sengaja
menempatkan jeda setiap selesai kalimat atau paragraf. Pada awalnya tentu akan terasa
janggal, namun waktu beberapa milidetik tersebut akan memberi waktu untuk menelan
air liur yang berlebihan.

Dokter Penyiar juga menebak bahwa Teddy ini saat bicara di radio pasti menempatkan mic
terlalu dekat ke mulut. Mungkin Teddy tipe penyiar yang "power"nya agak lemah, jadi
kompensasinya adalah mic yang terlalu dekat, yang pada gilirannya langsung membuat
suara normal air liur manusia terdengar "becek". Mulai sekarang, silahkan coba mic yang
agak jauh dan level "gain" yang ditingkatkan, atau power bicara Anda yang ditambah.

Satu hal lagi untuk para Penyiar yang bicaranya becek: Anda bisa minum air teh tawar
sebelum siaran dan pada saat tidak on-air. Seperti teh cina yang efektif menetralisir
berbagai bumbu di mulut, maka teh tawar bisa dicoba untuk membuat mulut Anda
tidak licin dan becek. Semoga penjelasan & saran Dokter Penyiar bisa membantu.

[Kirim pertanyaan Anda via e-mail ke dokter@penyiar.com. Jangan lupa tulis nama Anda!]

Pertanyaan lainnya di Dokter@Penyiar.com
Back to Penyiar.com